Main Article Content

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan. Kawasan pesisir adalah ruang daratan yang terkait erat dengan ruang lautan. Kawasan pesisir sebagai suatu sistem, maka pengembangannya tidak dapat terpisahkan dengan pengembangan
wilayah secara luas. Pengelolaan sampah sampai sekarang masih menjadi permasalahan yang belum terpecahkan oleh bangsa ini. Sampah menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup. Berdasarkan data Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Konawe Kepulauan jumlah sampah dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Pada tahun 2017, jumlah produksi sampah meningkat 140.39 m3/hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode Cross Sectional Study. Dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam Penelitian ini penelitian ini adalah 153 KK di Desa Langgara Bajo Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan, Sampel penelitian 61 KK. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi Square X2 hitung>X2 tabel (32,881>3,841), maka H0 ditolak lalu di lanjutkan uji keeratan hubungan diperoleh nilai phi = 0,734 yang artinya ada hubungan kuat antara pengetahuan dengan pengelolaan sampah. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi Square diperoleh nilai X2 hitung >X2 tabel (21,396> 3,841), maka H0 ditolak lalu di lanjutkan uji keeratan hubungan diperoleh nilai phi =0,592 yang artinya ada hubungan kuat sikap dengan pengelolaan sampah. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi Square X2 hitung>X2 tabel (31,641>3,841), maka HO ditolak lalu di lanjutkan uji keeratan hubungan diperoleh nilai phi =0,720 yang artinya ada hubungan kuat antara tindakan dengan pengelolaan sampah. Hendaknya instansi kesehatan (Puskesmas) yang wilayah kerjanya melingkupi Desa Langgara Bajo Kecamata Wawonii Barat Kabupaten Kepulauan melakukan penyuluhan tentang pengelolaan sampah yang baik sehingga terciptanya kesadaran masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah dengan baik.

Keywords

Pengelolaan Sampah, Pengetahuan, Sikap dan Tindakan

Article Details

References

  1. 1. Adisasmita, Rahardjo. 2006. Membangun Desa Partisipatif. Graha Ilmu :
  2. Yogyakarta.
  3. 2. Huda, Nurul. 2008. Strategi Kebijakan Pengelolaan Magrove Berkelajutan di Wilayah Pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi. Tesis. Universitas
  4. Diponegoro. Semarang3. Dirgatara I Made B. Pengetahuan Mendaur Ulang Sampah Rumah Tangga Dan Niat Mendaur Ulang Sampah. Jurnal Studi Manajemen & Organisasi Volume 10, Nomor 1, Januari, Tahun 2013,
  5. Halaman 1. Semarang.
  6. 4. Febriani A. L. 2014. ”Peningkatan Pelayanan Pengelolaan Sampah di Kota
  7. Brebes Melalui Peningkatan Partisipasi Masyarakat. Jurnal Teknik Lingkungan Unand, (online), Vol 9, No 1
  8. 5. Jailan, Sahil 2015. Sistem Pengelolaan dan Upaya Penanggulangan Sampah Di Kelurahan Dufa -Dufa Kota Ternate. Jurnal BIOeduKASI ISSN : 2301-4678 Vol 4 No (2) Maret 2016.
  9. 6. Hadi, Sudharto P. 2005. Dimensi Lingkungan Perencanaan Pembangunan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  10. 7. Widyatmoko, Sintorini. 2002. Menghindari, Mengolah dan Menyingkirkan Sampah. Jakarta: Abadi Tandur.