Main Article Content

Abstract

Survei awal dan wawancara peneliti dengan pedagang dan petugas pelabuhan dilaporkan bahwa tikus sering di jumpai dan banyak berkeliaran di Pelabuhan Nusantara Kendari. Banyaknya pedagang yang mengeluh karena banyak jualan yang digigit atau dimakan tikus sehingga mengakibatkan kerusakan pada jualan dan merugikan pedagang selain
itu perilaku pedagang yang kurang dalam menjaga kebersihan lingkungan seperti sampah yang berserakan yang dapat menyebabkan kerberadaan tikus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pedagang Terhadap Keberadaan Tikus di Pelabuhan Nusantara Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang di Pelabuhan Nusantara Kendari yang berjumlah 40 pedagang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 responden dengan tekhnik pengambilan sampel adalah simpel random sampling.Hasil penelitian menunjukan ada hubungan sedang antara pengetahuan tentang sanitasi lingkungan di area pelabuhan dengan keberadaan tikus di Pelabuhan Nusantara Kendari dengan nilai X² Hitung > X² Tabel (7,744>3,481) dengan koefisien Phi (Φ) sebesar 0,457.Ada hubungan sedang antara sikap tentang sanitasi lingkungan di area pelabuhan dengan keberadaan tikus di Pelabuhan
Nusantara Kendari dengan nilai X²Hitung>X²Tabel (5,246>3,481) koefisienPhi(Φ) sebesar 0,377.Ada hubungan sedang antara tindakan tentang sanitasi lingkungan di area pelabuhan dengan keberadaan tikus di Pelabuhan Nusantara Kendari dengan nilai X² Hitung > X² Tabel (9,263>3,481) koefisien Phi (Φ) sebesar 0,500. Oleh karena itu Sebaiknya diberikan pelatihan dan penyuluhan tentang hygiene sanitasi makanan dan sanitasi lingkungan kepada seluruh pedagang di Pelabuhan Nusantara Kendari secara berkesinambungan.

Keywords

Pengetahuan,Sikap,Tindakan dan KeberadaanTikus

Article Details

References

  1. 1. Depkes RI, 2006. Pelabuhan Sehat, Ditjen PPM dan PL, Jakarta.
  2. 2. Lubis,2 006. Buku:1. Pengantar Pelabuhan Perikanan, Bogor:Bagian
  3. Pelabuhan Perikanan Dapartemen Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan,
  4. Fakultas Perikanan dan ilmu Kelautan Institusi Pertanian Bogor.
  5. 3. Depkes RI, 2007. Profi l Kesehatan Indonesia 2007.Jakarta: Kementerian
  6. Kesehatan RI.
  7. 4. WHO, 2005. Leptospirosis. Di akses dari http://www.who.int/zoonoses/
  8. diseases/ Leptospirosis surveillance. pdf (Sitasi 10 Februari 2005).
  9. 5. Simanjutak et al, 2006. Analisis Faktor Lingkungan dan Perilaku Yang
  10. Berpengaruh Terhadap Kejadian Leptospirosis Berat Di Kota Semarang
  11. (Studi Kasus Leptospirosis yang Dirawat di Rumah Sakit Dr. Kariadi
  12. Semarang. [Tesis Ilmiah]. Semarang: Fakultas Kesehatan Masyarakat
  13. Universitas Diponegoro Semarang.
  14. 6. Depkes RI, 2008. Petunjuk Teknis Upaya Pengendalian Penyakit Dan
  15. Penyehatan Lingkungan Dalam Penanggulangan Bencana. Jakarta:
  16. Bakti Husada.
  17. 7. Depkes RI, 2009. Pedoman Pengendalian Tikus. Jakarta: Bakti
  18. Husada.
  19. 8. Nuraini, 2014, Studi Epidemiologi Kejadian Leptospirosis Pada Saat
  20. Banjir di Kecamatan Cengkareng Periode Januari-Februari 2014. [Skripsi
  21. Ilmiah]. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam
  22. Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
  23. 9. Hidayat, 2008. Hubungan Faktor Lingkungan dan Karakteristik Individu
  24. Terhadap Kejadian Penyakit Leptospirosis di Jakarta. Jurnal Masalah Kesehatan. Vol. 11. No. I. Juni 2008: 17-24
  25. 10. Rika,2015. Analisis Faktor Lingkungan Abiotik yang Mempengaruhi
  26. Keberadaan Leptospirosis pada Tikus di Kelurahan Sambiroto, Tembalang,
  27. Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Volume 1, Nomor 2, halaman 514-524.
  28. 11. Notoatmodjo, 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta:RinekaCipta.
  29. 12. Notoadmojo, 2012, Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka
  30. Cipta.
  31. 13. Syarifudin. 2014. Hubungan Antara Sanitasi Rumah Warga dengan Jumlah Tikus dan Kepadatan Pinjal di Desa Selo Kecamatan Selo Kabupaten
  32. Boyolali. [Skripsi Ilmiah]. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan UMS.
  33. 14. Hidayanti. 2015, Identifikasi Ektoparasit Pada Tikus dan Cecurut di Daerah Fokus Pes Desa Suroteleng Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Balaba. Vol. 8, No. 02, Des 2016:33- 36.
  34. 15. Yonathan. 2016. Pola Sebaran Spesies Tikus Habitat Pasar Berdasarkan Jenis Komoditas di Pasar Kota Banjarnegara. Balaba. Vol. 9, No. 02, Desember 2016:68-62.