Main Article Content

Abstract

Data dari Puskesmas Pamandati menunjukkan bahwa pada tahun 2015 jumlah penderita dermatitis sebanyak 422 orang (9,67%), tahun 2016 sebanyak 533 orang (10,92%), dan meningkat pada tahun 2017 sebesar 555 orang (11,40%). Jumlah kunjungan ke Puskesmas Pamandati pada bulan Januari-Maret 2018 sebanyak 1,023 orang, 94 orang diantaranya nelayan yang tinggal di desa Pamandati dan diagnosa menderita dermatitis. Hal ini menunjukkan bahwa kasus dermatitis masih belum sesuai dengan
target Puskesmas yaitu 5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis pada nelayan di Desa Pamandati Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan “Cross Sectional Study”.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pamandati Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan.Populasi penelitian ini adalah semua nelayan yang berada di desa pamandati Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan yang berjumlah 135 orang dengan jumlah sampel 102 orang dan teknik pengambilan sampel secara proportional simple random sampling. Hasil analisis bivariat menunjukan variabel kebersihan perorangan memiliki nilai (X2 hitung = 21,063), alergimemiliki nilai (X2 hitung = 9,295) dan sanitasi air bersih memiliki nilai (X2 hitung = 17,195). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel kebersihan perorangan, alergi dan sanitasi air bersih berhubungan dengan kejadian dermatitis pada nelayan.

Keywords

Dermatitis, kebersihan perorangan, alergi, sanitasi air bersih

Article Details

References

  1. 1. Adnani, Hariza. 2011. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika.
  2. 2. Anna, 2009. Dermatitis (Eksim) Penyakit kulit yang menyebalkan.Melalui:http://www.medisiana. com/dermatitis. Diakses 5 Februari 2018.
  3. 3. Arikunto, Suharsimi. 2006, Metode Penelitian: Prosedur Penelitian Suatu
  4. Pendekatan Praktik, Jakarta : Rineka Cipta.
  5. 4. Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan. 2015. Jumlah Penderita Dermatitis. Andoolo.
  6. 5. ----------.2016. Jumlah Penderita Dermatitis. Andoolo.6. Dinas Kesehatan Provinsi Sultra. 2014. profil kesehatan Sulawesi tenggara, Kendari.
  7. 7. ----------. 2015. Profil kesehatan Sulawesi Tenggara, Kendari.
  8. 8. ----------. 2016. Profil kesehatan Sulawesi Tenggara, Kendari.
  9. 9. Djuanda Adhi, Hamzah Mochtar, dan Sitti Aisah. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi V. Jakarta: FK UI.
  10. 10. Harahap, Mawarli. 2006. Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta:Hipokrates.
  11. 11. Hidayat, A. (2008). Pengantar kebutuhan dasar manusia: Aplikasi konsep
  12. keperawatan. Jakarta: Salemba Medika. Diakses tanggal 13 Februari 2018.
  13. 12. Lestari, C. 2008. Penyakit Kulit Akibat Kerja. http://cintalestari.wordpress.com. Diakses 10 Februari 2018.
  14. 13. Mansjoer, Arif, at al. 2000. Kapita Selekta Kedokteran jilid 2.Edisi 3. Jakarta : Media Aesculapius FK UI. Diakses tanggal 12 Februari 2018.
  15. 14. Notoadmodjo, Seokidjo. 2003. Prinsip- Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat Edisi Revis. Jakarta, Rineka Cipta.
  16. 15. Nurfadilah S, Andi Z, Ansariadi. (2014). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dermatitis Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Pkm Pattopakang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/9645. Diakses tanggal 10 januari 2018.
  17. 16. Puskesmas Pamandati. 2015 Jumlah Penderia Penyakit Kulit dan Jaringan Bawah Kulit. Laporan Puskesmas Pamandati Kab. Konawe Selatan.
  18. 17. -------------. 2016 Jumlah Penderia Penyakit Kulit dan Jaringan Bawah Kulit. Laporan Puskesmas Pamandati Kab. Konawe Selatan.
  19. 18. -------------. 2017 Jumlah Penderia Penyakit Kulit dan Jaringan Bawah Kulit. Laporan Puskesmas Pamandati Kab. Konawe Selatan.
  20. 19. Rakawhisnu, 2007. Indonesia bukan Negara maritime. http://rakawhisnu.blogspot.com.Diakses pada tanggal 5 februari 2018.
  21. 20. Soedarto. 2012 Alergi dan penyakit sistem imun. Surabaya: Sagung seto.
  22. 21. Sugiyono. 2008 Statistik Untuk Penelitian.Bandung : Alfabeta.
  23. 22. ------------. 2010 Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
  24. 23. Susetyo, Budi Dr.M.pd,.2010 Statistika Untuk Analisis Data penelitian. Bandung:PT Refika Aditama.
  25. 24. Syamsunir, 1992 Dasar-dasar mikrobiologi parasitisme untuk perawat.
  26. Jakarta: penerbit buku kedokteran EGC.
  27. 25. Widodo. 2009. Dermatitis. Melalui http://www.children’sllergyclinic/
  28. dermatitis. diakses 9 Februari 2017.
  29. 26. WHO, 2009 Profil Kesehatan Dunia. http://www.dermatitiskontak.co.id. Diakses 25 Januari 2017.
  30. 27. ------- 2009. Profil Kesehatan Dunia. http://Dermatitis.co.id diakses 25 Februari 2017.