Main Article Content

Abstract

Napi dan tahanan sangat rentan terhadap serangan berbagai ancaman penyakit karena kehidupan di dalam lingkungan Lapas memang jauh dari kelayakan. Mereka terkadang harus tidur bertumpuk-tumpuk karena sel penuh dan sesak. Ruangan sel seluas 1,5 meter x 2,5 meter diisi 6-8 orang bahkan lebih. Kondisi lapas dengan sarana, prasarana, lingkungan dan sanitasi yang kurang memadai diduga merupakan faktor pendukung yang menyebabkan tingginya angka kesakitan di lingkungan Lapas dan rutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Risiko kejadian Penyakit kulit pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Kota Kendari. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan pendekatan case control study. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga binaan yang menderita penyakit kulit di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Kendari yang berjumlah 242 orang. Besarnya sampel kasus dalam penelitian ini sebanyak 56 orang dan sampel kontrol sebanyak 56 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji odds ratio. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa frekuensi mandi (OR = 8,3), ganti pakaian (OR = 11,2) dan kebersihan tempat tidur (OR = 8,5) merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kulit di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Kendari.

Keywords

Faktor Risiko, Frekuensi Mandi, Ganti Baju, Kebersihan Tempat Tidur, dan Kejadian Penyakit Kulit

Article Details

References

  1. 1. Adnyana, 2009. Penyakit pada Kulit. Nusa Tenggara Barat: Program Studi Biologi Universitas Samawa
  2. 2. Afriani, 2017. Hubungan Personal Hygiene dan Status Sosial Ekonomi dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren. Jurnal Ilmu Kesehatan. Vol. 2. No. 1 Tahun 2017, – 2. (Diakses Tanggal 28 Mei 2018).
  3. 3. Alimul, 2009. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika.
  4. 4. Andarmoyo, 2012. Keperawatan Keluarga: Konsep, Teori, Proses dan Praktik Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  5. 5. Azhara, 2011. Waspada Bahaya Kosmetik. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Penerbit FlashBooks.
  6. 6. Budiyono, 2009. Fungsi Lembaga Pemasyarakatan Sebagai Tempat UntukMelaksanakan Pembinaan dan Pelayanan Terpidana Mati Sebelum Dieksekusi. Jurnal Dinamika Hukum. Vol. 9. No. 3. September 2009 (Diakses Tanggal 30 Mei 2018).
  7. 7. Depkes RI. 2010. Asuhan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja. Jakarta: Buletin Departemen Kesehatan RI.
  8. 8. Desmawati, 2015. Hubungan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Al- Kautsar Pekanbaru. JOM. Vol 2 No 1, Februari 2015. (Diakses Tanggal 13 Mei 2018).
  9. 9. Dewi, 2012. Penyakit Panu. Surakarta: DIII Fisioterapi Reguler Politeknik
  10. Kesehatan Kemenkes Surakarta Karanyanyar.
  11. 10.Dinkes Prov. Sultra, 2017. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara
  12. Tahun 2016. Kendari: Dinkes Prov. Sultra.
  13. 11.Djuanda, 2017. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi VII. Jakarta: BPFK UI.
  14. 12.Harahap, 2013. Penyakit Kulit. Jakarta: Gramedia.
  15. 13.Irga, 2009. Pencemaran Udara dan Pengaruhnya Terhadap Gangguan Saluran Pernapasan. Surabaya: Airlangga University Press.
  16. 14.Isro’in, 2012. Personal Hygiene. Yogyakarta: Nuha Medika.
  17. 15.Judarwanto, 2009. Penyakit Kulit Panu atau Pityriasis versicolor. Jakarta: Salemba Medika.
  18. 16.Kurniasih, 2015. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gangguan Kulit pada Masyarakat di Desa Puguk Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Tahun 2015. Ringkasan Hasil Penelitian. Pontianak: Universitas Muhammadiyah Pontianak (Diakses Tanggal 24 Mei 2018).
  19. 17.Lapas Klas IIA Kota Kendari, 2018. Profil Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Kota Kendari Tahun 2017. Kendari: Lapas Klas IIA.
  20. 18.Maharani, 2015. Penyakit Kulit. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
  21. 19.Maryunani, 2013. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Jakarta: Trans Info Media.
  22. 20.Muafidah, 2016. Hubungan Personal Higiene dengan Kejadian Skabies pada Santri Pondok Pesantren Al Falah Putera Kecamatan Liang Anggang Tahun 2016. Journal of Health Science and Prevention. Vol.1 (1), April 2017. (Diakses Tanggal 15 Mei 2018).
  23. 21.Nursalam. 2008. Proses Keperawatan dan Penerapan Dalam Praktik Keperawatan. Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.
  24. 22.Notoadmodjo, 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
  25. 23.Notobroto, 2005. Faktor Sanitasi Lingkungan yang Berperan Terhadap
  26. Prevalensi Penyakit Skabies di Pondok Pesantren Kabupaten Lamongan. Jurnal Kesehatan Lingkungan; 2(1): 11-8. (Diakses Tanggal 11 Mei 2018).
  27. 24.Osunderu, 2008. Basic Anatomy and Physiology of Human Body. Lagos:
  28. National Open University of Nigeria.
  29. 25.Perry & Potter, 2010. Fundamental Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
  30. 26.Prayogi, 2016. Pengaruh Personal Hygiene dalam Pencegahan Penyakit Skabies.Majority. Volume 5, Nomor 5, Desember 2016. (Diakses Tanggal 19 Mei 2018).
  31. 27.Putra, 2015. Hubungan Antara Kebiasaan Mandi, Penggunaan Handuk dan Mengganti Pakaian dengan Kejadian Penyakit Panu pada Masyarakat yang Berusia 15-44 Tahun di Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah. Ringkasan Skripsi. Fakulats Ilmu Kesehatan Peminatan Pendidikan Kesehatan & Ilmu Perilaku Universitas Muhammadiyah Pontianak. (Diakses Tanggal 19 Mei 2018).
  32. 28.Putri, 2017. Personal Hygiene dan Kejadian Penyakit Kulit pada Penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa Cokrodirjan Yogyakarta. Karya Tulis Ilmiah.
  33. Yogyakarta: Poltekkes. (Diakses Tanggal 29 Mei 2018).
  34. 29.Rahardian, 2008. Sanitasi Pondok dan Higiene Perorangan Santri di Pesantren Putri KHA. Wahid Hasyim Kecamatan Bangil Pasuruan. Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga. (Diakses Tanggal 12 Juni 2018)
  35. 30.Sa’adatin, 2015. Hubungan Higiene Perorangan, Sanitasi Lingkungan dan
  36. Riwayat Kontak dengan Kejadian Skabies. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. 10(1): 2015. (Diakses Tanggal 29 Mei 2018).
  37. 31.Sacharin. 2009. Principles of Paediatric Nursing. London: Churchill Livingstone.
  38. 32.Sajida, 2012. Hubungan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Keluhan Penyakit Kulit di Kelurahan Denai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Tahun 2012. Ringkasan Skripsi. Medan: USU. (Diakses Tanggal 21 Mei 2018).
  39. 33.Santrock, WJ. 2008. Perkembangan Masa Hidup. Jakarta: Erlangga.
  40. 34.Slamet, 2009. Kesehatan Lingkungan. Cetakan Kedelapan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  41. 35.STIKES Mandala Waluya, 2018. Pedoman Penulisan Skripsi. Kendari: STIKES Mandala Waluya.
  42. 36.Sugiyono. 2010. Metode Penelitian. Bandung: CV. Alfa Beta.
  43. 37.Wartonah, T. 2010. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
  44. 38.Wati, 2017. Penyebab Meningkatnya Kejadian Dermatitis di Lembaga
  45. Permasyarakatan (Lapas) Klas IIB Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.
  46. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KesMas Respati. Volume 2, Nomor 1, April 2017. (Diakses Tanggal 29 Mei 2018).
  47. 39.Wirawan, 2011. Hubungan Higiene Perorangan dengan Sanitasi Lapas terhadap Kejadian Penyakit Herpes di Lapas Wanita Klas IIA Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. Vol 7 No.1 Tahun 2011. (Diakses Tanggal 27 Mei 2018).