Main Article Content

Abstract

Sesuai dengan data dari Internasional Diabetes Federaton (IDF) yang menunjukkan bahwa jumlah penderita DM di dunia pada tahun 2015 telah mencapai 415 juta orang dengan proporsi kejadian DM tipe 2 adalah 98% dari popuasi dunia yang menderita DM. Berdasarkan profil Puskesmas Puuwatu menunjukkan bahwa angka kejadian penyakit diabetes mellitus pada tahun 2015 sebesar 324 kasus dengan prevalensi (10,58%), pada tahun 2016 yaitu sebesar 395 kasus dengan prevalensi (12,90%), dan pada tahun 2017 yaitu sebesar 325 kasus dengan prevalensi (10,81%). Diabetes melitus tipe 2 merupakan tipe diabetes yang paling umum ditemukan pada pasien dibandingkan dengan diabetes melitus tipe 1, diabetes gestasional dan diabetes tipe lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas puuwatu kota kendari tahun 2018. Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan case control. Populasi penelitian adalah 76 orang dengan tehnik penarikan sampel tehnik simple random sampling , jumlah sampel sebanyak 38 orang kelompok kasus dan 38 orang kontrol. Metode analisis menggunakan OR. Hasil penelitian diperoleh obesitas OR = 6,067 nilai LL = 2,244 nilai UL = 16,402, riwayat keluarga OR = 23,618 nilai LL = 7,135 nilai UL = 78,189, kebiasaan olahraga OR = 6,873 nilai LL = 2,512 nilai UL = 18,802. Kesimpulan obesitas, riwayat keluarga dan kebiasaan olahraga merupakan faktor risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2. Pihak instansi kesehatan memberikan penyuluhan/promosi kesehatan kepada masyarakat agar mereka yang mengalami obesitas, memiliki riwayat keluarga, dan tidak melakukan kebiasaan olahraga agar berhati-hati dengan risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2.

Keywords

Diabetes Mellitus Tipe 2, Obesitas, Riwayat Keluarga, dan Kebiasaan Olahraga

Article Details

References

  1. 1. Asmarani, Dkk. 2017. Analisis Faktor Risiko Obesitas Dan Hipertensi Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (Diakses tanggal
  2. 09 Juni 2018.
  3. 2. Depkes RI. Pedoman Praktis Pemantauan Status Gizi Orang Dewasa.
  4. Jakarta: 2004.3. Dinkes Kota Kendari. 2017. Profil Kesehatan Kota Kendari Tahun 2017. Kota Kendari.
  5. 4. Dinkes Sultra. 2016. Profil Kesehatan Sulawesi Tenggara Tahun 2016. Kota
  6. Kendari.
  7. 5. Fikasari, Y. 2011. Hubungan Antara Gaya Hidup Dan Pengetahuan Pasien
  8. Mengenai Diabetes Mellitus Dengan Kejadian Penyakit DiabetesMellitus
  9. Tipe 2 Di Rsud Dr. Moewardi [Skripsi]. Surakarta: FakultasIlmu Kesehatan
  10. Ums.
  11. 6. Gratia, Dkk. 2015. Hubungan Antara Umur Dan Pola Makan Dengan
  12. Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Pasien Rawat Jalan Di Wilayah Kerja
  13. Puskesmas Tenga Kecamatan Tenga.(Diakses tanggal 09 Juni 2018)
  14. 7. FKUI, 2007. Buku AjarIlmu Penyakit Dalam Jilid IV Edisi Ketiga. Jakarta :
  15. FKUI.
  16. 8. Hans Tandra. 2008. Segala Sesuatu Yang Harus Anda Ketahui Tentang
  17. Diabetes. Jakarta : Gramedia.
  18. 9. Kunthi W. J. 2012. Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan
  19. Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rsud Dr. Moewardi Surakarta. Fakultas
  20. Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  21. 10. Misnadiarly. 2006. Ulcer, Gangren, Infeksi : Diabetes Melitus, Mengenali
  22. Gejala, Menanggulangi, Menegah Komplikasi¸ Jakarta : Pustaka Populer
  23. Obor.
  24. 11. Nyoman, Dkk. 2014. Factor Risiko Tingkat Aktivitas Fisik Dan Pola
  25. Konsumsi Zat Gizi Dengan Kejadian Penyakit Dm Tipe 2 Di Rsup Sanglah
  26. Denpasar. Universitas Udayana.
  27. 12. Perkeni, 2006, Konsensus Pengelolaan Dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Indonesia, Jakarta : Pb Perkeni.
  28. 13. Profil Puskesmas Puuwatu. 2017.
  29. 14. Profil Kecamatan Puuwatu Tahun 2018
  30. 15. Pusat Diabetes Dan Lipid Rsup Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
  31. Fkui. 2005. Penatalaksanaan Diabetes Melitus. Jakarta : Aksara Buana.
  32. 16. Ramaiah, S. Cara Mengetahui Diabetes Dan Mendeteksinya Sejak Dini. Jakarta: Pt. Bhuana Ilmu Populer. 2007.
  33. 17. Rianty, Dkk. 2017. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian
  34. Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Tk. III. R. W. Mongisidi Manado
  35. Tahun 2017. Fakultas KesehatanMasyarakat Universitas Sam Ratulangi.(Diakses tanggal 09 Juni 2018)
  36. 18. Richardo, Dkk. 2014. Analisis Faktor Risiko Penyebab Terjadinya Diabetes
  37. Mellitus Tipe 2 Pada Wanita Usia Produktif Di Puskesmas Wawonasa. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. (Diakses tanggal 09 Juni
  38. 2018)
  39. 19. Shara, Dkk. 2012. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Di
  40. Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Kesehatan
  41. Masyarakat Stikes Mh Thamrin. (Diakses tanggal 09 Juni 2018)
  42. 20. Siti Mutia Kosasi. 2016. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus Di Poliklinik Penyakit Dalam Rsud Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016.(Diakses tanggal 09 Juni 2018)
  43. 21. Siti, Dkk. 2015. Hubungan Antara Usia, Riwayat Keturunan Dan Pola Makan Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Ruang Flamboyant RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. (Diakses tanggal 09 Juni 2018)
  44. 22. Sri, Dkk. 2013. Factor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Wilayah Kecamatan Denpasar Selatan. Ilmu Kesehatan
  45. Masyarakat Universitas Udayana. (Diakses tanggal 09 Juni 2018)
  46. 23. Suiraoka, Ip. 2012. Penyakit Degeneratif. Cetakan 1.Yogyakarta: Nuha Medika.
  47. 24. Trisnawati, Sk Dan Soedijono S. 2012. Faktor Risiko Kejadian DiabetesMelitus Tipe Ii Di PuskesmasKecamatan Cengkareng JakartaBarat Tahun 2012. Jakarta Barat : Jurnal Ilmiah Kesehatan.
  48. 25. Trivena, Dkk. 2016. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian
  49. Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSU Gmim Pancaran Kasih Manado. Fakultas
  50. Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado.(Diakses tanggal 09 Juni 2018)