Main Article Content

Abstract

Kelelahan kerja adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan yang sangat ringan sampai sangat sakit. Kelelahan kerja disebabkan oleh lama kerja, sikap kerja dan kebiasaan merokok. Apabila otot menerima beban statis secara berulang dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligamen dan tendon.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama kerja, sikap kerja dan kebiasaan merokok dengan keluhan kelelahan kerja pada pekerja meubel di Kecamatan Poasia Kota Kendari Tahun 2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2018 di industri meubel yang berada di wilayah Kecamatan Poasia Kota Kendari, dengan subyek penelitian yaitu pekerja meubel dengan jumlah sampel penelitian 42 pekerja. Penelitian ini menggunakan uji Chi Square Test. Hasil uji statistik pada tingkat signifikasi alpha 0,05 diperoleh hasil ada hubungan antara lama kerja dengan keluhan kelelahan kerja (ρValue =0,007), ada hubungan antara sikap kerja dengan keluhan kelelahan kerja pada pekerja meubel (ρValue =0,017), ada hubungan antara kebiasaan merokok dan keluhan kelelahan kerja (ρValue = 0,005),Bagi pemilik usaha meubel agar menerapakan waktu kerja sesuai undangundang yang berlaku, dan untuk pekerja sebaiknya bekerja dalam sikap yang ergonomis dan mengurangi kebiasaan merokok yang dapat mengurangi keluhan kelelahan kerja.

Keywords

lama kerja, sikap kerja, kebiasaan merokok, Kelelahan kerja

Article Details

References

  1. 1. ILO. 2013. The Prevention of Occupational Diseases
  2. 2. Depkes RI. 2010. Profil Kesehatan tahun 2010. Jakarta
  3. 3. Dines Kesehatan Kota kendari 2015-2017. Profil kesehatan 2015-2017. Kendari
  4. 4. Dines Kesehatan Provinsi Sultra 2015-2016. Profil kesehatan 2015-2017. Sulawesi Tenggara
  5. 5. Tarwaka. 2010. Ergonomic Industri. Dasar-Dasar Pengetahuan Dan Aplikasi Di Tempat Kerja. Edisi 1. Harapan Press, Surakarta
  6. 6. Simanjuntak dalam Nurli Faiz. 2014. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian operator SPBU di Kecamaatan Ciputat tahun 2014. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan,
  7. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
  8. 7. Soedirman, 2009. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja, Mandar Maju , Bandung.
  9. 8. Gurusingan dalam Nurli Faiz. 2014. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian operator SPBU di Kecamaatan Ciputat tahun 2014. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan,
  10. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
  11. 9. Depnaker, 2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenegakerjaan
  12. 10. Menakertrans RI, 2004.Aturan Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja lembur,
  13. 11. Wardaningsih, I. 2010. Pengaruh Sikap Kerja Duduk pada Kursi Kerja yang Tidak Ergonomis Terhadap Keluhan Otot-Otot Skeletal bagi Pekerja Wanita Bagian Mesin Cucuk di PT. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. Universitas Negeri Semarang
  14. 12. Bridger, 2003. “Fitting the task to the man”. A Textbook of Occupational Ergonomics. 4th Ed. London. Taylor & Francis
  15. 13. Nurmianto, 2004. Ergonomi. Surabaya: Guna Widya
  16. 14. Tarwaka, 2004. Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Harapan Press, Surakarta
  17. 15. Suma’mur, 1982; Grandjean, 1993, dikutip dari buku Tarwaka, Bakri, Sudiajeng, 2004
  18. 16. Pheasant, S. 1991. Ergonomics, Work and Health. Maryland. Aspen Publishers, Insc : Maryland, Gaithersburg.
  19. 17. Tarwaka, 2004. Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Harapan Press, Surakarta