Main Article Content

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Lameuru bahwa prevalensi kejadian penyakit dermatitis pada tahun pada 2015 terdapat 27,78% penderita per 1000 penduduk, pada tahun 2016 menurun dengan prevalensi 18,8%, dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 55,18%. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan personal hygiene dengan kejadian dermatitis kontak iritan di wilayah kerja Puskesmas Lameuru Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan “Cross Sectional Study”.Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Lameuru Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan. Populasi penelitian ini adalah seluruh petani di wilayah kerja Puskesmas Lameuru kecamatan Ranomeeto Barat yang berjumlah 738 petani tahun 2017 dengan jumlah sampel 100 orang dan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil analisis bivariat menunjukan variabel kebersihan diri memiliki nilai (X2 hitung = 13,070), kebersihan pakaianmemiliki nilai (X2 hitung = 21,330) dan kebersihan tempat tidur memiliki nilai (X2 hitung = 19,351). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel kebersihan diri, kebersihan pakaian dan kebersihan tempat tidur berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petani.

Keywords

Dermatitis kontak iritan, kebersihan diri, kebersihan pakaian, kebersihan tempat tidur

Article Details

References

  1. 1. Adhi Juanda, 2013, Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin , Jakarta : Universitas Indonesia Press.
  2. 2. Adila Afifah, “FactorFaktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Dermatitis Kontak Akibat Kerja Pada Karyawan Binatu”. 2012. Skripsi Sarjana, Fakultas Kesehatan Masyrakat, Universitas Diponegoro. Diakeses 5 April 2018.
  3. 3. Arif Muttaqin., Kumala Sari. 2011. Asuhan Keperawatan System Integument, Jakarta : Salemba Mendika.
  4. 4. Ayu Maharani, 2015, Penyakit Kulit. Yogyakarta : Pustaka Baru Press.
  5. 5. Arie Retnoningsih, “Analisis FactorFaktor Kejadian Dermatitis Kontak Pada Nelayan”. 2017. Skripsi Sarjana, Fakultas Kesehatan Masyrakat, Universitas Muhammadiyah Semarang. Diakeses 5 April 2018.
  6. 6. Buku Pedoman Penyakit Kulit Dan Kelamin, 2011, Jakarta, Departemen Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin R.S.P.A.D Gatot Soebroto.
  7. 7. Dannysatrio, 2014, ‘Dermatitis Kontak Iritan‘, (Online). Di Akses 12 April2018. Http://Dannysatriyo.Blogspot.Co.Id/2014/10/ DermatitisKontak Iritan.Html.
  8. 8. Depkes RI,Riset Kesehatan Dasar, Jakarta, 2017. Http://Www.Depkes.Go.Id.
  9. 9. Dinas Kesehatan Provinsi Sultra. 2014 .Profil Kesehatan Sulawesi Tengggara. Kendari.
  10. 10. ___________________________. 2016.Profil Kesehatan Sulawesi Tengggara. Kendari.
  11. 11. ___________________________. 2017.Profil Kesehatan Sulawesi Tengggara.Kendari.
  12. 12. Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan. 2015 .Jumlah Penderita Dermatitis. Andoolo.
  13. 13. ___________________________. 2016 .Jumlah Penderita Dermatitis. Andoolo.
  14. 14. ___________________________. 2017. Jumlah Penderita Dermatitis. Andoolo.
  15. 15. Gafur, N.S. 2018.Determinan Kejadian Dermatitis Di Puskesmas Rappoaping Kota Makassar, Window Of Health, Vol. 1, No. 1 .Issn: 2645373, Pp. 2128. Diakeses 5 April 2018.
  16. 16. Irfan, A. D., dkk. 2014. FaktorFaktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Pekerja Bagian Premix Di PT. X Cirebon, vol. 2, no. 2. Diakeses 5 April 2018.
  17. 17. Isro’in, Laily., Dan Sulistyo Andarmoyo. 2012. Personal Hygiene. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  18. 18. Mandal, B.K., Dkk. 2008. Penyakit Infeksi, Jakarta : Erlangga.
  19. 19. Moh. Jemik S. Dermatitis Pada Petani, Malang, 2013. Mengutip Dari Lestari, Penyakit Kulit Akibat Kerja. Http://Cintalestari.Wordpress.Com. Diakeses 5 April 2018.
  20. 20. Notoatmodjo, S, Ilmu Kesehatan Masyarakat. Rineka Cipta, Jakarta. 2010.
  21. 21. Niswah Afifah, “FactorFaktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Pada Pekerja Proses Finishing Maubel Kayu Di Wilayah Ciputat Timur”. 2012. Skripsi Sarjana, Fakultas Kesehatan Masyrakat, Universitasislam Negri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Diakeses 5 April 2018.
  22. 22. Petani, 2017, ‘Petani :Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas’,(Online). Di Akses 12 April 2018.Https://Id.Wikipedia.Org/Wiki/Petani.
  23. 23. Puskesmas Lameuru Kabupaten Konawe Selatan. 2015 .Jumlah Penderita Dermatitis. Lameuru.
  24. 24. ___________________. 2016 .Jumlah Penderita Dermatitis. Lameuru.
  25. 25. ___________________. 2017 .Jumlah Penderita Dermatitis. Lameuru.
  26. 26. Rubenstin, D., David Wayne., Dan Jhon Bradley. 2007. Kedokteran Klinis, Jakarta : Erlangga.
  27. 27. Rizaldi Anshar., dkk. 2016. Hubungan Pekerjaan Bash Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja Pada Petugas Kesehatn Di RS. X Tanjung, Tabolang, Kalimantan Selatan, vol. 8, no. 2. Diakeses 5 April 2018.
  28. 28. Safriyanti, H . K. 2016. Hubungan Personal Hygiene, Lama Kontak Dan Riwayat Penyakit Kulit Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Pada Petani Rumput Laut Di Desa Akuni Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Pp 110. Di Akses 7 April 2018.
  29. 29. Siregar, R.A., 2005. Saripati Penyakit Kulit.Jakarta: EGC.
  30. 30. Sylna, A . P., Lorainne. 2003, Patofisologi Konsep Klinis ProsesProses Penyakit. Jakarta : Buku Kedokteran Egc.
  31. 31. Suryani, N.D. 2017. Perbandingan Factor Risiko Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Antara Petani Garam Dan Petani Sawah Di Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang, Journal Of Public Health, Vol. 5, No. 4 . Issn: 23563346, Pp. 444454. Diakses 5 April 2018.
  32. 32. Stikes Mandala Waluya, Pedoman Penulisan Proposal Penelitian Dan Skripsi Untuk Mahasiswa,Kendari, 2018