Main Article Content

Abstract

Demam berdarah dengue adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh empat serotype Virus
Dengue serta ditularkan dari satu orang ke orang lain oleh nyamuk Aedes . Untuk memutus mata rantai
penularan penyakit DBD dapat dilakukan dengan membasmi atau mengendalikan sumber penularan atau
vektor, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Salah satu alternatif pengendaliannya yaitu dengan menggunakan
larvasida alami terbuat dari tanaman yang mempunyai kandungan beracun terhadap serangga pada stadium larva. Tumbuhan yang dapat digunakan sebagai larvasida alami adalah daun jeruk nipis (citrus aurantifolia) yang mempunyai senyawa limonoida serta tumbuhan serai wangi (Cymbopogon nardus L) yang
mengandung senyawa citronella.. Jenis penelitian ini adalah True Eksperimen dengan rancangan secara acak
dengan tes dan kelompok kontrol (The Randomized Post Test Only Control Group). Sampel dalam penelitian
ini adalah sebagain jentik Aedes aegypti pada hasil rearing yang digunakan masing-masing sebanyak 10 larva Aedes aegypti pada setiap konsentrasi 0,5 gr/liter, 1 gr/liter, 2 gr/liter, 4 gr/liter dan kontrol. Sehingga jumlah keseluruhan yang dibutuhkan larva untuk 3 kali pengulangan perlakuan adalah 270 larva. Dari hasil
penelitian diketahui LC50 ekstrak daun jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) berada pada konsentrasi 1,271 gr/liter
dan LC95 berada pada konsentrasi 4,049 gr/liter. Sedangkan LC50 ekstrak batang serai wangi (Cymbopogon
nardus L) berada pada konsentrasi 1,166 gr/liter dan LC95 berada pada konsentrasi 3,738 gr/liter. Berdasarkan Uji T independent diketahui nilai t hit yaitu 0,136 dengan nilai t tabel sebesar 1,943 (t hit < t tabel ) serta nlai P value = 0,879 > dari α = 0,05 maka tidak ada pembedaan antara kedua ekstrak ini sehingga sama-sama efektif sebagai insektisida/larvasida alami. Hasil penelitian diharapkan bagi penelitian selanjutnya agar mengembangkan penelitian tentang ekstrak tumbuhan yang tidak mengubah warna dan bau air sehingga dapat digunakan pada air bersih.

Keywords

Pengendalian Vektor, Ekstrak Daun Jeruk Nipis dan Batang Serai Wangi

Article Details

References

  1. 1. Kemenkes RI, 2016. Profil Kesehatan Indonesia 2016. Jakarta: Menkes RI. Diakses dari www.depkes.go.id.
  2. 2. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. 2017. Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara 2014-2016. Kendari : Dinkes Sultra
  3. 3. WHO. 2001. Pencegahan Dan Pengendalian Dengue Dan Demam Berdarah Dengue: Panduan Lengkap.
  4. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
  5. 4. Sucipto, Cecep Dani. 2011. Vektor Penyakit Tropis. Yogyakarta : Gosyen Publising.
  6. 5. Yati, Andini Winda. 2015. Efektivitas Biolarvasida Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti. J Agromed Unila, Vol. 2, No. 2:104-107
  7. 6. Aulung, Agus., Rahayu, Sri., dan Haque, Anggita N. 2014. Pengaruh Ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L) Terhadap Kematian Larva Aedes aegypti. Majalah Kedokteran UKI, Vol. XXX, No. 2.
  8. 7. Arcani, Ni Luh Komang Sumi., Sudarmaja, I Made., dan Swastika, I Kadek. 2017. Efektivitas Ekstrak Etanol
  9. Serai Wangi (Cymbopogon nardus L) sebagai Larvasida Aedes aegypti. E-Jurnal Medika, Vol. 6, No. 1.
  10. 8. Murdani, Rina. 2014. Kefektivan Daya Bunuh Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti Instar III. Skripsi Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah: Surakarta.