Main Article Content

Abstract

Baik atau buruknya perilaku masyarakat akan dipengaruhi juga oleh tingkat pengetahuan, sikap, dan kebiasaan yang dilakukan masyarakat sehari-harinya dalam mencegaha terjadinya DBD. Berdasarkan hasil obervasi dan wawancara pendahuluan didapatkan penyebab peningkatan angka kejadian DBD antara lain adalah kondisi lingkungan yang tidak bersih, pemukiman rumah yang padat, dan perilaku masyarakatnya yang belutn sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.Tujuan penelitian untuk mengetahui risiko 3M (Mengguras, Menutup dan Mengubur), Pemberian Abate, dan Penggunaan kelambu terhadap terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode Case Control. Dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam
Penelitian mi penelitian mi adalah 714 KK di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari, Sampel penelitian adalah 88 sampel. (Sampel kasus sebanyak 88 orang dan control 88 orang).Hasil uji statistik dengan menggunakan analisis Odds Ratio diperoleh nilai 2.310, hal mi berarti bahwa 3M merupakan faktor risiko, Hasil uji statistik dengan menggunakan analisis Odds Ratio diperoleh nilai 2.297, hal liii berarti bahwa pemberian bubuk abate merupakan faktor risiko, Hasil uji statistik dengan menggunakan analisis Odds Ratio diperoleh nilai 1.901, hal ini berarti bahwa menggunakan kelanibu merupakan faktor risiko Kejadian DBD Di
KelurahanLapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Di harapkan kepada masyarakat kelurahan Lapulu untuk bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue dengan melakukan pencegahan seperti 3M plus, rnenggunakan kelambu saat tidur dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Keywords

Kejadian DBD, 3M, Pemberian Bubuk Abate, dan Penggunaan Kelambu

Article Details

References

  1. 1. Widoyono. 2011. Penyakit Tropis : Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga;
  2. 2. Kemenkes RI, 2018, Tata laksana DBD di Indonesia, Depkes RI, Jakarta
  3. 3. World Health Organization. 2015. Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever. Fact Sheets WHO.
  4. 4. Dinkes Provinsi Kendari . 2018. Profil dinas kesehatan provinsi kendari tahun 2017, Kendari.
  5. 5. Dinkes Kota Kendari,. 2018. Profil dinas Kota Kendari
  6. 6. Profil Puskesmas Abeli 2018
  7. 7. Suyasa (2009) Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku Masyarakat dengan Keberadaan Vektor Demam
  8. Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Selatan. Skripsi.FIK Universitas Udayana Denpasar Bali. Di Akses April 2018
  9. 8. Waris L, Yuana WT. 2013. Pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap demam berdarah dengue di kecamatan batulicin kabupaten tanah bumbu provinsi Kalimantan Selatan. J of Epidemiologi and Zoonosis. 4(3):144-149. Di Akses April 2018.